
Published on: 3rd December, 2009

PakarBola.Com : Federasi sepakbola Irlandia (FAI) menyesalkan tindakan presiden FIFA Sepp Blatter yang membocorkan hasil pertemuan pribadi mereka kepada publik. Federasi sepakbola Irlandia (FAI) menyesalkan tindakan FIFA yang mengungkapkan permintaan mereka menjadi tim ke-33 di Piala Dunia kepada publik.
FAI merasa permintaan tersebut bersifat rahasia. FAI menyesalkan serta mengecam presiden Sepp Blatter yang dinilai tidak memiliki rasa hormat. Apalagi ketika menyatakan keputusan FIFA, senyum Blatter terkembang.
“FAI sadar permintaan menjadi peserta bukan hal yang mungkin dan telah meminta agar hal ini tidak dbahas dalam agenda pertemuan Komisi Eksekutif FIFA,” ujar pernyataan dalam laman resmi FAI.
“FAI meminta agar topik ini bersifat rahasia, tidak disertakan ke dalam mater tertulis oleh FIFA, dan hanya diungkapkan dalam diskusi sepanjang 90 menit antara kedua belah pihak.”
“Sayangnya, hal tersebut dibeberkan di depan publik oleh Tuan Blatter meski dia menjamin hasil pertemuan tersebut bersifat rahasia.”
FAI kemudian mempersoalkan keputusan FIFA yang memberlakukan sistem unggulan dalam babak play-off hanya beberapa pekan sebelum laga dimulai.
“Bukannya ingin mengalihkan perhatian, kami ingin agar Tuan Blatter menggunakan kesempatan ini untuk menuntaskan masalah yang melanda sepakbola internasional,” sambungnya.
“Pertama, memastikan aturan FIFA tidak berubah di pertengahan turnamen, untuk alasan apapun, komersil atau apapun.”
“Kedua, memberlakukan teknologi video dalam pertandingan di tingkat tinggi sehingga menghindarkan kesalahan.”
“Ketiga, menerapkan tambahan asisten wasit di garis gawang untuk semua partai internasional FIFA.”
“Keempat, di masa depan menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada pemain yang melanggar Laws of the Game.”
“Kelima, melansir pernyataan bahwa FIFA tidak menyalahi Laws of the Game. Seseorang dalam posisi seperti Tuan Blatter tidak seharusnya bersimpati kepada pemain yang melakukan kecurangan.”
“FAI mendesak masalah ini agar insiden serupa berkuran dan kini semua berada di tangan FIFA.”[Goal]