
Published on: 26th June, 2009

PakarBola.Com : Juara dunia 5 kali akan menghadapi tim amerika serikat dalam perebutan gelar bergensi pada partai puncak confederation cup,Minggu (28/6).Brazil akan menghadapi masalah serius pada pertandingan tersebut jika imajinasi dan kreativitas permainan mereka masih sama saat berhadapan dengan tim tuan rumah Afrika Selatan di babak semifinal.
Tim”samba”hanya bermain tipis 1-0 saat berhadapan dengan tim Afrrika Selatan di babak semifinal,tim Samba sangat kesulitan menghadapi penjagaan ketat dan pertahanan agresif yang dikembangkan oleh tim bafana-bafana,sang jawara dunia 5 kali itu membutuhkan setidaknya 88 menit serta kejeniusan pemain poengganti Daniel Alves untuk menembus jala gawang afrika selatan melalui tendangan bebas 2 menit menjelang waktu reguler berakhir.”mereka mengejutkan kami”kata gelandang Brazil”Remires,kami tahu mereka akan melakukan penjagaan dari awal tetapi tidak memikirkan intensitas seperti itu dari mereka.”
meskipun memiliki pemain-pemain terbaik sekelas kaka,luis fabiano dan Robinho Tim samba tetap tidak bisa menembus ketatnya pertahanan yang diterapkan anak-anak Afrika Selatan,Trio Brazil itu tidak dapat memaksimalkan permainan umpan-umpan pendek yang biasa mereka peregakan dalam petandingan-pertandingan sebelumnya serta pemain-pemain lain yang tidak dapat mengembangkan permainan mereka akibat ketatnya pertahanan yang diperagakan tim bafana-bafana.
pemain-pemain brazil merasa terisolasi saat bola mencapai kaki mereka di depan mereka telah menunggu dua pemain Afsel (Afrika Selatan) yang siap menutup pergerakan mereka”tidak ada celah yang mereka berikan kemanapun pergi selalu ada pemain yang mengawal kata Fabiano dalam wawancaranya saat setelah pertandingan usai.Brazil tidak dapat mengembangkan permainan di lini tengah akibat ketatnya pengawalan oleh pemain-pemain afsel dan juga gagal memamfaatkan lebarnya lapangan oleh pemain-pemain sayap mereka.bek kiri Andre Santos dan bek kanan Maicon tak mampu melakukan penorobosan-penorobosan dan umpan-unpan sayap yang biasa mereka pergakan.Maicon yang menjadi senjata saat melumat tim Azzuri 3-0 tak mampu berbuat banyak saat berhadapan dengan tuan rumah.”mereka menutup semua celah dengan sangat cepat dan membuat kami begitu sulit intuk berbuat banyak”kata Dunga Yang ditemui di akhir pertandingan,Brazil butuh kreativitas lebih jika ingin memenangkan pertandingan melawan Tim Amerika serikat untuk memenuhi ambisi menjadi negara pengoleksi gelar juara terbanyak mengalahkan gelar juara koleksi perancis.AS mnujukan intensitas permainan tinggi saat menyingkirkan juara piala eropa Spoanyol di Blomfentein,mereka secara konstan membendung dan menghadang tembakan dan memotong setiap umpan-umpan dari para pemain tim matador,Spanyol yang biasanya berjalan efektif.
Brazil dengan mudah mengkampaskan ambisi AS dalam laga penyisihan group ketika As dipaksa melakukan perubahan taktik setelah kebobolan di menit-menit awal pertandingan”itu berbeda karena gol dimenit awal pertandingan”jelas Dunga,mereka harus lebih menyerang normalnya,mereka tidak akan melakukan hal itu.maicon,Robinho dan Felipe Melo,masing-maing mencetak gol kegawang AS pada pertemuan pertama di Pretoria.
As kemudian mengalahkan Mesir sebelum mengkampaskan tim Spanyol untuk mendapatkan tiket lolos ke partai puncak ,saya kira mereka telah belajar dari kekalahan mereka oleh kami kata”Kaka”sehingga laga dipartai final akan kelihatan lebih berat,tim AS yakin tidak ingin mengalami nasib yang sama dibabak penyisihan dimana dengan mudahnya kami obrak-abrik “setiap kali anda mencapai final segalanya akan berbeda,Brazil akan menghadapi partai keras menghadapi afrika selatan.kami memiliki waktu istirahat satu hari lebih banyak namun anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada pertandingan nanti,kata gelandang AS michael Bradley,yang harus absen pada partai finala akibat mendapatkan akrtu merah saat berhadapan dengan spanyol.sementara itu harapan baru telah ditorehkan oleh tim Afrika selatan bagi publik pencinta sepakbola di negara afrika bagian selatan itu menjelang saat mereka menjadi tuan rumah penyelenggara piala dunia 2010.