
Published on: 7th May, 2009

PakarBola.Com : Sebuah tendangan tajam dari Andres Iniesta tiga menit memasuki masa injury time menagantar Barcelona melangkah ke partai final Liga Champions. Barca menantang Manchester United di Roma, Italia, berkat gol away dari hasil imbang 1-1 (agregat 1-1) dengan Chelsea di Stamford Bridge, Rabu (5/5) atau Kamis dinihari WIB tadi.
Hasil dramatis yang mengubur impian Chelsea untuk kembali melaju ke partai puncak dua tahun berturut-turut, mengulang partai final kontra MU. Hasil yang diwarnai berbagai kejadian yang menjadi bumbu penyedap drama di leg kedua tersebut. Satu yang paling mencolok adalah kejadian di akhir pertandingan
Begitu wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, bersama rekan-rekannya, Didier Drogba yang berada di bench mengejar Tom Henning Ovrebo. Wasit asal Norwegia itu kemudian mengeluarkan kartu kuning untuknya.
Di depan televisi yang disiarkan ke seluruh penjuru dunia, Drogba berulang kali menyebut wasit dengan kata-kata kasar. Namun kemudian, seperti dilansir Times Online, Drogba mengakui ke pengurus UEFA bahwa dirinya berbuat kesalahan. Guus Hiddink yang tadinya ikut protes, bersama petugas keamanan berusaha menenangkannya lantaran terus memburu Ovrebo yang masuk ke terowongan menuju kamar ganti.
Hiddink menanggapi: “Saya bisa mengerti reaksi Didier Drogba, yang dipenuhi emosi dan adrenalin. Sebagian orang menganggap dirinya seharusnya bisa mengontrol diri. Jika emosi dilampiaskan dengan memukul, itu baru salah. Saya akan membelanya.”
Kubu Chelsea diselimuti kemarahan terhadap Ovrebo yang kepemimpinannya di lapangan tidak menguntungkan buat Chelsea. Empat klaim penalti, dua karena Drogba dijatuhkan, tidak digubris wasit berkepala plontos tersebut. Para pemain Chelsea bahkan mencium adanya konspirasi yang berusaha menggagalkan terjadinya all-English final untuk kedua kalinya berturut-turut.
Seorang saksi mata mengatakan pada Times Online bahwa kemarahan Drogba terus berlanjut di tunnel. Sedangkan para pemain Chelsea mengerubungi Ovrebo untuk menyampaikan protes mereka, sumber tadi mengklaim Drogba memukul tembok untuk melampiaskan frustasi. Pernyataan Hiddink tidak salah karena tidak ada kontak fisik yang bisa melukai sang wasit.
Mengenai isu konspirasi Hiddink tidak sepakat. “Tuduhan konspirasi terlalu berat karena harus dibuktikan. Saya tidak ingin menggunakan kata itu,” kata manajer temporer ini. “Saya tidak mengatakan bahwa UEFA tidak menginginkan dua tim Inggris bertemu di final. Apa yang saya yakini adalah untuk partai sebesar ini Anda membutuhkan wasit hebat. Wasit juga bisa salah namun menghapus tiga atau empat kesempatan yang kami miliki sungguh sangat buruk.”
Hukuman bisa dikatakan bakal diterima Drogba, tapi bentuknya seperti apa masih belum bisa dipastikan. Jika hukumannya skorsing, berapa lama?[LB]