
Published on: 27th February, 2010

PakarBola.com
Sehari sebelum Barcelona berangkat ke Stuttgart melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Johan Cruyff melontarkan penyataan pedas terkait performa pasukan Josep “Pep” Guardiola.
Mantan pelatih “El Barca” itu menilai penampilan Carles Puyol dkk saat membantai Racing Santander 4-0, Sabtu (20/2/2010), menjadi penampilan yang terburuk pada musim ini. Ia menilai tiga gol yang dilesakkan ke gawang Santander murni kesalahan lawan. Padahal, kemenangan ini menjadi penghibur karena sebelumnya rekor tak terkalahkan Barca patah di tangan Atletico Madrid 1-2.
Belum sempat mematahkan kritikan Cruyff, Guardiola kembali dihujani kritikan setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh Stuttgart. Pada laga tersebut, “El Barca” seperti bermain tanpa visi sehingga Stuttgart mampu unggul terlebih dulu. Apalagi, Lionel Messi seperti tak berdaya menembus kokohnya pertahanan tim tuan rumah.
Bagusnya, dewi fortuna masih menaungi Barca karena Zlatan Ibrahimovic berhasil mencetak gol sekaligus menyelematkan Barca dari kekalahan. Meski hasil itu bukan akhir, namun tetap saja Barca yang sebagai juara bertahan mulai dipertanyakan karena tak mampu membekuk klub yang berada di peringkat kesembilan Bundesliga 1.
Penyataan pedas Cruyff menjadi respresentasi banyak pihak yang menilai Barcelona tengah limbung. Bernarkah Barcelona telah kehilangan daya magisnya di mana setiap lawan yang dihadapinya selalu tak berdaya?
Terlalu dini untuk menilai Barca seperti itu. Kancah Eropa memiliki gengsi tersendiri sehingga lawan yang lemah bisa berubah menjadi tim yang sangat kuat. Berbeda dengan kompetisi domestik.
Barca lagi-lagi masih dinaungi dewi fortuna. Sebabnya, pada pekan ini, Barcelona menjamu Malaga. Di atas kertas, Barcelona selalu berhasil mengalahkan Malaga. Sejak Malaga berhasil menahan imbang dengan skor kacamata pada Maret 2006, Barcelona selalu menang bila keduanya bertemu. Lalu, dengan catatan itu apakah berarti Barcelona akan mudah mengalahkan Malaga atau berpesta gol di Camp Nou?
Sebaiknya, Barca jangan besar kepala dulu. Malaga bisa memanfaatkan kondisi fisik Barca yang terkuras karena harus melakoni Liga Champions. Melihat catatan Malaga dalam empat pertandingan terakhir sungguh mencengangkan.
Usai dikalahkan Real Madrid 0-2, Malaga meraih tiga kemenangan dan hanya sekali imbang. Yang cukup mengkhawatirkan bagi Guardiola, dari empat laga tersebut, Malaga berhasil meraih poin penuh di kandang lawan. Kemenangan atas Atletico Madrid 2-0 dan Racing Santander 3-0.
Lalu sanggupkah Barca melewati adangan pekan ini? Jika Guardiola tak mau kupingnya kembali merah padam dan terpaksa memberikan takhtanya kepada Real Madrid yang hanya berjarak dua poin, maka timnya harus menang. Barcelona unggul segalanya atas Malaga. Mereka tinggal mengelolanya sebaik mungkin agar permainannya kembali magis.