Pakar Bola – Porto butuh kemenangan telak di markas Juventus untuk lolos ke babak berikutnya. Pekerjaan tersebut memang sulit dilakukan, tapi bukan berarti mustahil.

Dragoes menderita kerugian besar menyusul kekalahan dengan skor 0-2 di kandang sendiri pada leg pertama babak 16 besar. Hasil tersebut menempatkan Porto dalam situasi terdesak.

Pasalnya, untuk melenggang ke perempatfinal Porto wajib mengalahkan Juventus dengan selisih tiga gol. Lebih sulit lagi ialah Bianconeri begitu tangguh di Turin.

Pasukan Massimiliano Allegri ini belum pernah tumbang lagi sejak ditekuk Udinese 0-1 di Serie A, Agustus 2015. Sedangkan di Liga Champions, kekalahan kandang terakhir yang diderita Juve ialah saat dibekuk Bayern Munich 0-2 pada April 2013 alias empat tahun silam.

“Kami punya rencana, gagasan bermain tapi kami tidak pernah menyerah. Kami punya semangat yang sangat besar dan kami harus membuktikan hal itu di atas lapangan,” ujar pelatih Porto Nuno Espirito Santo, yang dilansir Football Italia.

“Kami tahu akan sulit bagi kami untuk mencapai perempatfinal, tapi bukan berarti mustahil,” sambung dia.

“Apakah comeback Barca melawan Paris St. Germain menginspirasi kami? Beda. Kami memiliki pertandingan yang berbeda dan lawan yang berbeda. Kami menghadapi mereka di kandang merek asendiri, kami tahu kami harus memainkan sebuah laga yang berat. Kami harus fokus mendapatkan hasil yang kami inginkan.”

Porto mendapatkan suntikan moral dengan kesuksesan yang pernah dilakukannya saat melawan AS Roma di playoff kualifikasi. Di kandang sendiri, Porto berimbang 1-1 tapi sukses menyisihkan Roma dengan kemenangan 3-0 di Olimpico.

“Kami mampu mengatasi sebuah adangan yang besar, kami mencapai target kami, dan kami bangga mengatakan bahwa kami sekarang sudah lebih baik. Jadi target kami adalah melakukan apa yang pernah kami lakukan sebelumnya, dan selalu harus mencoba memperbaiki penampilan kami dan menjadi sebuah tim yang lebih baik,” tuntas Santo.