Berita bola aktual, Pakarbola.com – Claude Puel diangkat sebagai manajer baru Leicester City pada 25 Oktober 2017. Mantan manajer Southampton itu dipercaya menggantikan Craig Shakespeare yang telah dipecat.

Sebagai bos baru di Leicester, Puel menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kemenangan – bukan sepakbola indah.

Juni lalu, Puel dipecat oleh Southampton meski mengantarkan klub itu finis peringkat delapan di Premier League dan masuk final EFL Cup. Baru-baru ini, eks pemain Southampton Matt Le Tissier mengklaim bahwa Saints musim lalu di bawah asuhan Puel adalah tim yang membosankan.

Puel melontarkan pembelaan diri.

“Itu tidak penting. Musim lalu, kami bermain bagus namun tak diiringi ketajaman. Kami terbaik ketujuh untuk urusan menciptakan peluang, tapi konversinya urutan 20. Namun itu sudah berlalu,” kata Puel seperti dikutip The Guardian.

“Yang penting sekarang adalah fokus penuh pada Leicester.”

“Hanya bermain bagus atau menampilkan sepakbola indah bukanlah yang utama. Prioritasnya adalah meraih kemenangan, entah itu di Leicester, Southampton, atau Arsenal – semuanya.”

“Yang paling penting adalah bagaimana caranya kami bisa meraih hasil-hasil yang bagus.”

 

[BACA JUGA]: Michael Owen Prediksi Arsenal Menang Mudah

 

Leicester di Premier League musim ini baru mengumpulkan sembilan poin dari sembilan pertandingan. Dua kemenangan, tiga hasil imbang dan empat kekalahan membuat tim yang juara musim 2015/16 bersama Claudio Ranieri itu sementara terdampar di peringkat 14.

Leicester akan menjamu peringkat 18 Everton pada pekan ke-10, Minggu (29/10). Sama seperti Leicester, Everton juga baru saja memecat manajer mereka – Ronald Koeman.