Berita bola aktual, Pakarbola.com – Jurgen Klopp dengan emosional menolak tudingan bahwa ia mencoba membuang-buang waktu saat Liverpool berduel denganChelsea akhir pekan kemarin.

Liverpool berada di dalam posisi unggul 1-0 setelah berhasil mencetak gol melalui Mohamed Salah di menit 65. Setelah itu, pertahanan mereka digempur oleh The Blues. Saat dalam posisi unggul itulah, Klopp berusaha melakukan pergantian pemain. Akan tetapi, wasit Michael Oliver mencegah manajer asal Jerman itu untuk melakukan pergantian tersebut.

Kabarnya pencegahan itu dilakukan karena wasit menilainya berusaha untuk membuang-buang waktu pertandingan. Chelsea sendiri pada akhirnya berhasil menyamakan kedudukan saat pertandingan memasuki menit 85. Gol The Blues dicetak oleh winger mereka asal Brasil, Willian. Setelah pertandingan selesai, Klopp nampak marah pada wasit.

Klopp pun akhirnya menjelaskan bahwa ia sama sekali tak punya niatan untuk membuang-buang waktu. Baginya, lebih baik berhenti jadi manajer ketimbang melakukan perbuatan tidak sportif tersebut.

“Kami mencoba menutup permainan, tapi kami tidak melakukannya dengan cara yang sinis. Kami tidak melakukannya ‘oh duduklah lagi, berbaringlah di lapangan’ – di hari ketika seseorang berpikir seperti ini, maka saya berhenti. Wasit mengira kami melakukannya. Tonton beberapa permainan kami dan Anda melihat bahwa kami tidak melakukannya – kami memiliki satu kartu merah sepanjang musim, dan itu cuma karena tidak beruntung saja, jadi lihat saja video itu dan menilainya, dan gunakan pikiran Anda sendiri, jangan katakan bahwa mereka semua melakukannya,” ketusnya seperti dilansir Soccerway.

 

[BACA JUGA]: Kecewa PSG, Pastore Makin Dekat dengan Liverpool

 

“Pada hari ketika seseorang berpikir seperti ini (dalam tim saya), dengan tidak menjadi olahragawan yang baik dan bersikap adil, maka saya berhenti. Jika kami tidak tidak boleh lagi mencoba yang terbaik, maka itu adalah sesuatu yang salah,” seru Klopp.

“Kami sama sekali tidak memikirkannya (membuang-buang waktu) sama sekali. Kami tidak melakukannya saat ini dengan pergantian (Adam) Lallana. Kami hanya berpikir ‘ayolah, ubah, katakan pada mereka’ dan ketika Adam masuk ke lapangan ia harus menceritakan banyak hal, itulah masalahnya, karena kami mengubah sistemnya,” tegas Klopp.