Berita bola aktual, Pakarbola.com – Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengaku dirinya tidak menyesal karena telah bersikap emosional saat diwawancara usai pertandingan melawan Everton akhir pekan kemarin.

Liverpool bermain dominan di pertandingan derby Merseyside di Anfield akhir pekan kemarin. The Reds juga sukses mencetak gol lebih dahulu melalui Mohamed Salah. Akan tetapi, meski dominan The Reds gagal menambah keunggulannya. Apalagi Everton main bertahan. Bahkan pada akhirnya The Toffees bisa menyamakan kedudukan melalui penalti Wayne Rooney.

Penalti diberikan setelah Dejan Lovren dianggap melanggar Dominic Calvert-Lewin di kotak penalti. Usai pertandingan, wawancara Klopp dengan Sky Sports menjadi tegang setelah manajer asal Jerman itu menjadi emosional setelah ia ditanya masalah penalti tersebut. Akibat aksinya itu, sejumlah kritikan pun dialamatkan pada Klopp. Ia juga dianggap tidak respek pada sang jurnalis yang mewawancarainya kala itu.

Namun Klopp mengatakan situasi tersebut terlalu dibesar-besarkan. Ia pun mengaku tidak menyesali aksinya kala itu. “Jika saya harus memberikan wawancara lagi dengan informasi yang harus saya berikan, itu akan tetap sama. Sekarang, tentu saja saya santai, tapi saat itu lima menit setelah pertandingan dan saya tidak merasa rileks. Sama ketika Anda melihat ke mata jurnalis dan ia tidak tertarik dengan perasaan Anda, itulah mengapa saya bereaksi,” terangnya seperti dilansir Soccerway.

 

[BACA JUGA]: Liverpool Kembali Siapkan Tawaran Agar Gaet Lemar

 

“Itu bukan apa-apa. Saya tidak mengatakan apapun yang perlu saya ambil kembali. Saya tidak suka (situasinya), tapi saya tidak bisa berubah. Begitulah yang saya rasakan saat ini. Saya bukan aktor, saya tidak bisa bertindak berbeda,” tegas Klopp.

“Tapi saya bisa menahan diri agar tidak ada yang serius terjadi dalam situasi seperti ini. Ini hanya sebuah wawancara. Saya tidak berpikir ada yang benar-benar mengingatnya, atau akan melihatnya kembali dan berpikir bahwa wawancara itu ‘lucu’ atau ‘legendaris’ – itu hanya sebuah wawancara,” serunya.